Investing

Yuan Menggeliat Naik, Yuan Terpukul oleh Pengumuman Tarif AS


Yuan Menggeliat Naik, Yuan Terpukul oleh Pengumuman Tarif AS

Invesing.com - Yen meningkat sementara Aussie dan yuan melemah setelah Amerika Serikat mengatakan akan memberlakukan tarif pada impor China senilai $200 miliar pada hari Selasa.

Yen, sering dicari pada saat ketegangan politik dan gejolak pasar terjadi, menguat terhadap sejumlah rekan menyusul berita tarif terbaru. Pasangan USD/JPY turun ke 110,85 pada pukul 11.30 WIB setelah mencapai level tertinggi tujuh minggu di 111,335 yen pada hari Selasa.

Sementara itu, yuan mundur ke level terendah lebih dari seminggu di mana pasangan USD/CNY bertambah 0,6% menjadi 6,6695, meskipun masih menjaga jarak dari level terendah 11 bulan di 6,7344 yang disentuh pekan lalu.

"Perhatian utama pemerintah China adalah stabilitas," ujar ekonom Investec Bank, Ryan Djajasaputra. "Jika situasi perdagangan memburuk dan yuan menyaksikan tekanan lebih lanjut ke bawah, kami mengharapkan pihak berwenang untuk turun tangan, terutama jika ada tanda-tanda pelarian modal.

Pemerintahan Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan memberlakukan tarif pada impor China senilai 200 miliar, dan hal ini meningkatkan kekhawatiran perang perdagangan penuh antara dua negara terbesar di dunia. Daftar barang yang diusulkan termasuk barang-barang konsumen seperti pakaian, komponen televisi dan lemari es serta produk teknologi lainnya.

Para pejabat pemerintah mengatakan proses dua bulan ini akan memungkinkan publik untuk mengomentari tarif yang diusulkan sebelum daftar itu diselesaikan, meskipun Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan sebelumnya bahwa negara akhirnya dapat mengenakan tarif impor China senilai lebih dari $500 miliar.

Di tempat lain, pasangan AUD/USD, dianggap sebagai proxy cair dalam sektor perdagangan terkait dengan ekonomi China, turun 0,7% ke 0,7407.

Indeks Dolar AS, yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang, juga turun 0,14% menjadi 93,98 pada hari Selasa setelah berita.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments