ForexSignal88

Teror Turki Bangkitkan Aksi Safe Haven Dolar AS


Teror Turki Bangkitkan Aksi Safe Haven Dolar AS

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak dengan kisruh Turki yang melanda dunia perdagangan sejak akhir pekan lalu.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback meberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1411, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2769, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7295 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,80.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1377, GBPUSD bergerak di level 1,2750, AUDUSD di level 0,7273 dan yen di level 110,43.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sangat berhasil membaik dengan dukungan sebelumnya bahwa hasil klaim pengangguran mingguan AS yang membaik dan hasil lelang obligasi AS yang kelebihan permintaan serta data inflasi yang terbaik sejak 2008, telah membuat indeks dolar berbalik ke sisi yang menguat akhir pekan lalu. Apalagi Trump telah menjatuhkan tarif baru kepada Turki terkait penambahan tarif bea masuk logam Turki, makin memberatkan negara Eropa tersebut dengan kekhawatiran gagal bayar yang akan melandanya, sehingga safe haven dolar melanda hingga saat ini.

Kekhawatiran ini muncul karena mata uang Lira anjlok cukup besar, sehingga timbul kerisauan investor bahwa Turki bisa mengalami kondisi gagal bayar terhadap hutang-hutangnya, apalagi beberapa persoalan politik antar negara juga sedang tidak mesra. Krisis Turki telah membawa dampak baru kepada pergerakan mata uang dunia untuk sementara ini.

Potensi Brexit keras atau Hard Brexit di mana ada ancaman keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa ada perjanjian baru kemungkinan besar bisa terjadi setelah Maret 2019 nanti yang disebabkan oleh sulitnya pihak London dengan Brussel untuk menemukan titik kesepakatan di segala bidang dalam usaha perpisahannya dengan cara mulus, tentu menjadi bahan utama rendahnya pound. Sebelumnya pada rapat suku bunga BoE terakhir, Gubernur BoE Mark Carney sangat khawatir terhadap potensi hard Brexit ini karena dapat menahan usaha bank sentral Inggris untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Begitu pula dengan euro yang juga menghadapi tekanan kembali mengingat ekskalasi politik Italia yang belum stabil. Yen mampu bergerak positif sejak semalam setelah Bank of Japan akan melakukan perubahan kerja terhadap pasar uangnya dengan tetap menjaga kurva imbal hasilnya sebesar 20%, sehingga pasar optimis bahwa waktu beli yen sudah tiba. Dukungan penguatan yen juga disebabkan politik Jepang yang sejauh ini terus menghindari upaya pengenaan tarif bea masuk yang selalu diberikan Presiden Trump kepada negara-negara yang menurutnya tidak patuh dan berbuat adil kepada AS.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments