ForexSignal88

Sentimen Negatif Dolar AS Masih Berlanjut


Sentimen Negatif Dolar AS Masih Berlanjut

ForexSignal88.com l Jakarta, 04/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melanjutkan sisi koreksinya di saat pasar keuangan AS libur.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1657, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3189, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7386 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,55.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1669, GBPUSD bergerak di level 1,3204, AUDUSD di level 0,7394 dan yen di level 110,28.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan memburuk kembali setelah Uni Eropa kembali diredam situasinya seiring dengan kompromi yang terjadi di kabinet koalisi Jerman sehingga ancaman perpecahan dan percepatan pemilu Jerman tidak akan terjadi dan membuat euro kembali tenang dengan posisi beli lagi.

Masalah migran di Eropa menjadi topik bahasan utama dalam EU Summit pekan lalu, karena wilayah tersebut kebanjiran pengungsi dari Asia dan Afrika sehingga menimbulkan masalah dana yang membuat beberapa kesulitan dan juga masalah keamanan.

Wacana bahwa the Fed bisa menaikkan suku bunganya 2 kali lagi di tahun ini dan 4 kali lagi di tahun depan sedikit menghilang jelang libur di pasar keuangan AS hari ini. Investor mengambil aksi ambil untung sejenaknya seiring dengan $2,5 milyar obligasi di China mengalami gagal bayarnya. Rupanya kondisi perang dagang mulai membuat ekonomi China terus tertekan, membuat pemerintah China segera mengambil kebijakan fiskal baru dengan cara akan memangkas pajak agar daya beli konsumennya meningkat.

Pound sterling sendiri bisa membaik setelah beberapa pejabat BoE menyatakan bahwa bank sentral Inggris akan segera menaikkan suku bunganya meskipun masih belum selesai masalah Brexitnya.

Peluang penguatan indeks dolar memang masih ada di mana irama positif bagi indeks dolar yang sebelumnya juga menguat karena wacana perang dagang yang masih belum selesai. Kondisi perang dagang yang terjadi antara AS dengan China dan Uni Eropa, di mana munculnya tarif baru bisa membuat harga barang di AS akan naik sehingga inflasi akan meninggi dan dibutuhkan kenaikan suku bunga the Fed, dan membuat indeks dolar terus menguat.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments