ForexSignal88

Penguatan Dolar AS Tertahan Sejenak Pasca Reli Panjang


Penguatan Dolar AS Tertahan Sejenak Pasca Reli Panjang

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah pasca naiknya suku bunga the Fed.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1640, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3075, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7205 dan USDJPY ditutup menguat di level 113,38.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1643, GBPUSD bergerak di level 1,3077 AUDUSD di level 0,7213 dan yen di level 113,55.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sangat membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar kembali melakukan aksinya untuk mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS yang muncul setelah Fed meeting yang memutuskan kenaikan suku bunga yang ketujuh pasca krisis 2008 sejak dimulai Desember 2015 sebesar 25 bps menjadi 2,25%.

Dan Powell juga menyatakan bahwa ekonomi AS masih butuh kenaikan suku bunganya sehingga lebih lanjut kenaikan masih akan ada kepastiannya. Kondisi ini sempat membuat Presiden Trump mengeluarkan komentar dimana dirinya kurang suka dengan kenaikan suku bunga the Fed, di mana Trump beranggapan bahwa situasi ini akan dimanfaatkan pihak luar AS dengan memanfaatkan defisit perdagangan yang makin melebar sehingga makin sewenang-wenang terhadap AS.

Sepertinya ini merupakan sedikit himbauan agar dolar tidak terlalu menguat lebih besar pasca kenaikan suku bunganya. Namun data pertumbuhan periode bulan lalu mengalami kenaikam yang cukup signifikan serta data pesanan barang AS juga naik. Penguatan dolar berhasil dilakukan berkat pernyataan Powell bahwa ekonomi AS sangat kuat dan butuh kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Kondisi ini tentu membuat investor segera memburu dolar. Sebelumnya dolar AS gagal menjalankan fungsinya sebagai mata uang safe haven setelah Presiden Trump memberikan tarif baru kepada China dan berbalas dengan tarif juga dari China, sehingga bank sentral China dan beberapa bank sentral lainjya melakukan aksi menurunkan nilai mata uangnya demi mencegah dolar AS menguat. Aksi ini dilakukan guna mencegah turunnya kinerja ekonomi China dan negara lainnya.

Sebetulnya pasar ingin bank sentral lain ikut melakukan usahanya menaikkan suku bunganya, seperti Hongkong dan Kanada akan melakukan hal yang sama dengan the Fed. China dan Jepang belum melakukan, sehingga mata uangnya masih sulit membaik.

Harapannya permasalahan penguatan dolar juga akan segera berakhir agar Trump tidak mengeluarkan komentar kembali.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments