ForexSignal88

Penguatan Dolar AS Muncul Sejenak Jelang Rapat Bank Sentral Jepang


Penguatan Dolar AS Muncul Sejenak Jelang Rapat Bank Sentral Jepang

ForexSignal88.com l Jakarta, 31/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak jelang rapat bank sentral Jepang di siang ini.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1705, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3130, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7402 dan USDJPY ditutup menguat di level 111,05.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1704, GBPUSD bergerak di level 1,3123, AUDUSD di level 0,7407 dan yen di level 111,01.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan kurang berhasil membaik lagi dengan meskipun data pertumbuhan ekonomi AS terbaik sejak 4 tahun terakhir dan data penjualan rumah AS juga membaik, namun sayang mata uang AS gagal memanfaatkan momentum tersebut dengan ditutup melemah di awal pekan perdagangannya. Pasar mulai mempertanyakan pertumbuhan berkelanjutan di AS setelah adanya perang dagang nanti, sehingga masih sedikit menghindar mengoleksi greenback. Apalagi muncul ancaman penutupan atau shutdown jalannya administrasi pemerintah Trump jika parlemen tidak setuju terhadap UU perbatasan AS.

Sebelumnya penguatan greenback juga didukung oleh keputusan ECB yang tidak merubah kebijakan suku bunga negatifnya di pekan lalu, membuat harapan bagi the Fed yang merupakan satu-satunya bank sentral utama dunia yang telah berhasil menormalisasi kebijakan moneternya.

Pelemahan dolar AS pekan lalu sempat muncul karena pasar melihat hasil dari pertemuan antara Presiden Komisi Uni Eropa Jean Claude Juncker dengan Presiden Donald Trump yang telah menghasilkan kesepakatan penundaan tarif baru bagi Uni Eropa dan AS, membuat tensi perang dagang keduanya sedikit mereda dan membuat dolar AS tidak seksi lagi.

Sebelumnya kondisi pelemahan dolar AS masih ada di mana adanya pengaruh dari keinginan Presiden Trump yang ingin agar suku bunga tha Fed tidak naik terus dan juga menuduh Uni Eropa dan China telah melakukan manipulasi pergerakan mata uangnya agar terus melemah dengan menahan kenaikan suku bunganya sehingga dolar AS menguat terus menerus. Verbal intervensi Trump ini merupakan pemusnah harapan penguatan indeks dolar pasca ucapan Jerome Powell pekan lalu.

Namun tingkat pengangguran Jepang mengalami peningkatan serta data aktivitas manufaktur China juga makin melamban, membuat kesempatan greenback menguat sejenak pagi ini jelang Bank of Japan menentukan kebijakan moneter yang baru. Kabarnya BoJ akan merubah arah kebijakannya karena beberapa kali paket stimulus yang diluncurkannya telah mengalami kegagalan dalam upayanya meningkatkan tingkat inflasi Jepang. Sepertinya ada kejutan dari BoJ sehingga membuat pasar sedang menantikan BoJ meeting siang ini.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments