ForexSignal88

Penguatan Dolar AS Mulai Muncul Jelang Rilis Data Inflasi AS


Penguatan Dolar AS Mulai Muncul Jelang Rilis Data Inflasi AS

ForexSignal88.com l Jakarta, 09/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya sedikit menguat sejenak pasca rilis data inflasi China tadi pagi.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1609, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2883, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7438 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,97.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1602, GBPUSD bergerak di level 1,2858, AUDUSD di level 0,7415 dan yen di level 110,80.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan masih kurang berhasil membaik dengan dukungan sebelumnya bahwa hasil nonfam payroll yang masih dibawah perkiraan pasar dan data data pembukaan lapangan kerja baru AS yang menurun, telah membuat indeks dolar melanjutkan sisi yang melemah semalam.

Namun potensi Brexit keras atau Hard Brexit di mana ada ancaman keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa ada perjanjian baru kemungkinan besar bisa terjadi setelah Maret 2019 karena masih sulitnya London dengan Brussel untuk menemukan titik kesepakatan di segala bidang dalam usaha perpisahannya dengan cara mulus. Sebelumnya pada rapat suku bunga BoE terakhir, Gubernur BoE Mark Carney sangat khawatir terhadap potensi hard Brexit ini karena dapat menahan usaha bank sentral Inggris untuk menormalisasi kebijakan moneternya.

Kondisi ini tentu menjadi bahan pertimbangan investor untuk tetap menghindari pound untuk dikoleksi lebih besar. Begitu pula dengan euro yang juga menghadapi tekanan kembali mengingat ekskalasi politik Italia yang belum stabil.

Yen mampu bergerak positif sejak semalam setelah Bank of Japan akan melakukan perubahan kerja terhadap pasar uangnya dengan tetap menjaga kurva imbal hasilnya sebesar 20%, sehingga pasar optimis bahwa waktu beli yen sudah tiba. Dukungan penguatan yen juga disebabkan politik Jepang yang sejauh ini terus menghindari upaya pengenaan tarif bea masuk yang selalu diberikan Presiden Trump kepada negara-negara yang menurutnya tidak patuh dan berbuat adil kepada AS.

Sebelumnya indeks dolar sepekan lalu cukup menguat dan terbaik dalam 14 pekan terakhir setelah pandangan the Fed yang telah berubah, di mana bank sentral AS lebih percaya diri dalam melihat masa depan perekonomian AS sehingga ada isyarat kenaikan suku bunga lebih lanjut di September dan Desember nanti. Pekan lalu, hasil Fed meeting memang tidak merubah kebijkan suku bunganya, namun dukungan kenaikan suku bunga selanjutnya memang cukup berhasil menggiring opini penguatan greenback.

Pasar sedang memantau perkembangan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal ini di mana kuartal ini merupakan awal dari perang tarif di mana investor ingin tahu apakah perang tarif berdampak kepada rendahnya pertumbuhan atau tidak. Jika menurun maka dapat dipastikan bahwa kenaikan suku bunga the Fed akan ditunda. Dengan bukti inflasi China yang masih bagus, menandakan bahwa perang tarif telah menjadikan tingkat inflasi negara akan meningkat.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments