ForexSignal88

Pasca Rilis Data Tenaga Kerja, Dolar AS Tertekan Sejenak


Pasca Rilis Data Tenaga Kerja, Dolar AS Tertekan Sejenak

ForexSignal88.com l Jakarta, 10/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah sejenak terkait dengan pasca rilisnya data tenaga kerja AS di akhir pekan lalu.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1553, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2914, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7100 dan USDJPY ditutup menguat di level 111,03.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1559, GBPUSD bergerak di level 1,2927, AUDUSD di level 0,7109 dan yen di level 110,92.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sedikit agak membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar masih meneruskan aksi mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS yang muncul di saat data tenaga kerja AS membaik sehingga dukungan utama terhadap kenaikan suku bunga the Fed semakin menguat.

Di sisi lain sebelumnya beberapa negara mengalami krisis seperti contohnya Argentina sedang tertimpa masalah keuangan sehingga harus dibantu IMF, Afrika Selatan sedang krisis pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi, begitu juga India, Rusia dan Turki serta Indonesia, juga mengalami tekanan mata uangnya oleh greenback sehingga membuat pasar yakin bahwa memegang dolar AS memang lebih nyaman untuk saat ini.

Sebelumnya komentar Trump dan Powell telah membuat perubahan tren yang buruk bagi dolar AS di mana the Fed diharapkan memikirkan kenaikan suku bunganya. Namun faktor hasil data ekonomi AS yang membaik telah menjadi bukti bahwa memang data tidak bisa dikalahkan dengan verbal intervensi sehingga lambat laun dolar AS kembali menguat kembali.

Faktor belum berhasilnya perundingan NAFTA, sangat mendukung upaya greenback untuk menguat lagi di hari ini, mengingat upaya dunia dalam menghindari perang dagang masih gagal sehingga aksi safe haven dolar AS kembali marak jelang AS merilis data tenaga kerjanya.

Kondisi tensi perang dagang yang sedikit meningkat memang dan akan membuat aksi safe haven tetap muncul dan tampaknya tren ini sedang berlangsung sepanjang hari ini dengan harapan ini bisa terjaga dengan menguatnya dolar AS.

Ini terlihat dari upaya Trump untuk tidak mengendurkan tensinya untuk terus menekan China di mana $200 milyar produk China sudah dipersiapkan untuk mendapatkan tarif baru sehingga tensi perang dagang sudah siap-siap untuk memanas kembali. Di sisi lain, Jepang juga konon kabarnya juga akan segera diserang Trump dengan tarif baru, sehingga untuk sementara yen menguat tajam. Kondisi ini memang akan menjadi sinyal bagi aksi safe haven dolar lebih besar mengingat ancaman inflasi yang naik.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments