ForexSignal88

Pasca Menguat Tajam, Dolar AS Bergerak Ringan Terlebih Dahulu


Pasca Menguat Tajam, Dolar AS Bergerak Ringan Terlebih Dahulu

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan pasca penguatannya yang panjang semalam.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1672, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3203, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7366 dan USDJPY ditutup menguat di level 111,98.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1679, GBPUSD bergerak di level 1,3206, AUDUSD di level 0,7367 dan yen di level 112,08.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan berhasil membaik dengan besar, dengan pemicu perang dagang yang makin panas di mana setelah akhir pekan lalu China dan AS sudah melaksanakan tarif baru bagi $34 milyar, ditambah dengan tarif 10% yang baru senilai $200 milyar, membuat investor ragu terhadap masa depan ekonomi global, sehingga mereka butuh aset pengaman sejenak pasca rilisnya data tenaga kerja AS tersebut. Kondisi ini tentu menguntungkan dolar AS sebagai mata uang pengaman atau safe haven.

Babak pertama perang dagang sudah meletus, babak kedua akan mulai, kemungkinan akan berlanjut dengan babak-babak selanjutnya, di mana Trump juga sudah mempersiapkan pengurangan tarif nanti hingga bisa total mencapai $500 milyar per tahunnya, atau senilai defisit perdagangan tahun lalu.

Situasi safe haven memang tidak bisa dihindarkan dengan pertimbangan menghindari untuk sementara aset-aset berlatar belakang imbal hasil yang tidak pasti suku bunganya, di mana latar belakang dolar AS masih didukung oleh rencana kerja the Fed yang senang menaikkan suku bunganya pada masa mendatang, menjadi poin utama pendukung indeks dolar menguat.

Meskipun Fed minutes menyatakan bahwa kenaikan suku bunganya masih bisa berlanjut di tahun ini dan tahun depan, namun situasi investasi AS yang cenderung menurun membuat sisi resesi ekonomi menjadi pertimbangan the Fed untuk antisipasi akibat perang dagang.

Peluang penguatan indeks dolar memang terbuka karena investor melihat peluang data inflasi AS memang akan meninggi, seperti semalam data inflasi produsen juga sudah menunjukkan poin utama bagi pendorong naiknya suku bunga the Fed. Nuansa normalisasi kebijakan moneter inilah yang masih akan terus menopang penguatan dolar AS.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments