Edukasi

Mengenal Reserve Bank of Australia (RBA)


Mengenal Reserve Bank of Australia (RBA)

RBA mulai beroperasi sebagai bank sentral Australia sejak 14 Januari 1960. Misi utamanya adalah menjaga kestabilan mata uang Dolar Australia.

Dengan mengetahui misi dan visi bank sentral negara-negara mata uang utama, trader forex bisa mengantisipasi kebijakan apa yang akan diberlakukan untuk memperkuat ataupun memperlemah mata uang guna memperbaiki perekonomian negara tersebut. Salah satu bank sentral yang perlu diketahui adalah Reserve Bank of Australia atau RBA, bank sentral negara Australia. 

Kita tahu Dollar Australia (AUD) telah mulai diperhitungkan dalam perdagangan forex dunia sejak lebih dari 10 tahun lalu, seiring dengan meningkatnya ekspor Australia akibat pertumbuhan ekonomi China yang membumbung. China adalah salah satu partner dagang utama Australia. Range dan volume trading AUD/USD dari tahun ke tahun juga meningkat, dan saat ini range trading hariannya hampir sama dengan EUR/USD, bahkan kadang melebihi.

 

Misi Reserve Bank of Australia (RBA)

RBA mulai beroperasi sebagai bank sentral Australia sejak 14 Januari 1960 menyusul undang-undang Reserve Bank yang menghapus fungsi Commonwealth Bank sebagai bank sentral negara-negara persemakmuran di bawah pemerintah Inggris. Lokasi kantor pusat RBA berada di Sydney dengan beberapa kantor cabang yang tersebar di berbagai kota seperti Adelaide, Brisbane, Melbourne, Perth dan Canberra. Gubernur RBA saat ini adalah Glenn Stevens yang mulai menjabat sejak 18 September 2006 dan akan berakhir 17 September 2016. Stevens menggantikan Ian Macfarlane.

Hampir sama dengan bank sentral negara lain, misi utama RBA adalah menjaga kestabilan mata uang AUD, ikut berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga negara Australia.

Untuk menunaikan misinya, RBA dapat mengambil berbagai kebijakan. Diantaranya:

  • menentukan tingkat suku bunga yang sesuai dengan target inflasi jangka menengah,
  • menjaga sistem keuangan tetap kokoh,
  • menciptakan sistem pembayaran yang efisien, dan
  • menerbitkan mata uang sebagai alat pembayaran.

Selain itu, RBA menaungi jasa layanan perbankan atas nama pemerintah Australia, serta mengelola emas dan mata uang asing sebagai cadangan devisa. Besar cadangan devisa yang dikelola RBA saat ini diperkirakan mencapai lebih dari AUD 100 milyar.

Dalam prakteknya, RBA lebih fokus pada pengendalian tingkat inflasi melalui penyesuaian berbagai kebijakan. Bahkan saat ini prioritas tugas utamanya adalah mencapai target inflasi tahunan antara 2% hingga 3%. Angka target ini mulai dicanangkan pada tahun 1993 oleh gubernur RBA saat itu, Bernie Fraser. Dengan selalu menjaga target inflasi, para petinggi RBA yakin bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan nilai tukar AUD yang wajar.

 

Penentuan Suku Bunga Oleh RBA

Suku bunga ditetapkan atas dasar konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA dalam rapat kebijakan moneter yang diadakan secara berkala. Setelah rapat usai, Gubernur RBA akan mengumumkan keputusan-keputusan yang diambil dalam rapat tersebut, termasuk mengenai suku bunga dan outlook ekonomi Australia.

Kemudian dalam periode dua minggu setelah pengumuman tersebut, RBA akan merilis notulen rapatnya. Praktek ini sudah berjalan sejak Desember 2007.

Baik pengumuman hasil rapat RBA maupun rilis notulennya akan berdampak besar di pasar forex, khususnya terhadap pergerakan mata uang Dolar Australia. Pada umumnya, apabila RBA memutuskan untuk menaikkan suku bunga, maka Dolar Australia dapat menguat; sedangkan bila RBA menyatakan akan memangkas suku bunga, maka Dolar Australia berpotensi melemah.

Selain itu, jika Gubernur RBA mengungkapkan kecondongan untuk lebih menyukai kurs Dolar Australia yang lemah (jawboning), maka pergerakan mata uang berjuluk Aussie ini benar-benar bisa melemah karena pasar mengantisipasi kemungkinan intervensi bank sentral di pasar forex.

 

Sumber SeputarForex by Martin

Share Social Media


Comments