Investing

Yuan & Yen Tetap Stabil


Yuan & Yen Tetap Stabil

Investing.com - Yuan China tetap stabil Jumat pagi setelah berita ekonomi dari Eropa dan Jepang yang menunjukkan bahwa beberapa volatilitas dalam beberapa bulan terakhir mungkin mereda, tetapi masih dibayangi risiko.

Pasar juga memantau keputusan bank sentral Turki pada hari Kamis untuk menaikkan suku bunga menjadi 24% karena negara sedang mengalami krisis mata uang. Langkah ini bertentangan dengan keinginan Presiden Recep Erdogan, yang ingin mempertahankan suku bunga tetap rendah. Lira Turki telah anjlok sekitar 60% terhadap dolar AS tahun-ke-tahun, tetapi setelah pengumuman bank sentral, harga melompat sekitar 4% pada hari itu.

Dolar memperoleh beberapa kekuatan terhadap yuan China pada hari Jumat pagi. Pasangan USD/CNY bertambah 0,06% menjadi 6.8489 pada pukul 09.46 WIB.

Pada hari Jumat, People`s Bank of China (PBoC) merilish tingkat paritas untuk yuan di 6.8362, lebih kuat dari tingkat 6.8488 pada hari Kamis. Produksi industri China naik 6,1% pada bulan Agustus, mengalahkan perkiraan kenaikan 6%.

Yuan telah melemah terhadap dolar AS sejak bulan April dan telah kehilangan lebih dari 9% sejak saat itu. Harga telah meraih pijakan selama beberapa hari terakhir saat PBoC menetapkan tingkat referensi yang lebih kuat selama dua hari berturut-turut setelah laporan menyebut bahwa pembicaraan perdagangan antara AS dan China bisa dilanjutkan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dilaporkan bekerja akan bertemu dengan kepala penasihat ekonomi utama China, Liu He. Presiden AS Donald Trump men-twit pada hari Kamis bahwa tekanan ada pada China tetapi prospek pembicaraan telah menenangkan pasar.

Indeks Dolar AS naik tipis 0,01% ke 94,53 pada sesi perdagangan pagi di Asia, dab bertahan stabil setelah jatuh selama sesi di Amerika Utara.

Namun, yuan menghadapi banyak risiko dalam beberapa bulan ke depan. Berbicara pada hari Kamis di Hong Kong, Chris Wood, strategi ekuitas utama di perusahaan pialang dan investasi CLSA, mengatakan perubahan mendadak iklim geopolitik dapat mendorong yuan melewati level 7 dan itu akan memaksa PBoC untuk mengambil langkah.

Meskipun ada risiko, namun, spekulasi bearish pada yuan telah melambat. Menurut Depository Trust & Clearing Corp, nilai opsi pada melemahnya yuan melewati level 7 pada minggu lalu jatuh ke level terendah dalam dua bulan, Bloomberg melaporkan.

Yen Jepang bertahan datar terhadap dolar setelah kehilangan kekuatan semalam. Pasangan USD / CNY turun 0,01% menjadi 111,91. Dolar melonjak terhadap yen semalam. Pada hari Kamis, pasangan ini diperdagangkan pada 111,35.

Yen mendapat dukungan dari beberapa berita ekonomi yang relatif positif. Pada hari Jumat, pemerintah Jepang mempertahankan penilaiannya bahwa ekonomi pulih dengan laju yang moderat tetapi mencatat bahwa belanja modal kembali meningkat, yang seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, risiko perang dagang antara AS dan China dapat memperlambat pertumbuhan di Jepang.

Dolar Australia menurun terhadap dolar pada Jumat pagi. AUD/USD turun 0,08% ke 0,7189.

Pada hari Kamis, Bank Sentral Eropa mempertahankan suku tetap dan mengumumkan rencana untuk mengakhiri pembelian obligasi pada akhir tahun ini serta mempertahankan suku bunga yang rendah. Bank sentral tersebut melihat rebound inflasi dan pertumbuhan ekonomi stabil tetapi masih sedikit lemah.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments