Investing

Yuan & Aussie Tergelincir, Tarif AS Semakin Dekat


Yuan & Aussie Tergelincir, Tarif AS Semakin Dekat

Investing.com - Yuan China jatuh, sementara dolar Aussie juga merosot karena para pedagang masih terlihat khawatir atas laporan bahwa pemerintahan Trump bisa mengumumkan tarif pada barang-barang China senilai $200 miliar segera setelah hari ini. Kementerian perdagangan China mengatakan negara akan membalas jika Amerika Serikat memberlakukan tarif baru.

Pasangan USD/CNY meningkat 0,07% menjadi 6,8413 pada pukul 10.46 WIB dan pasangan sekarang telah jatuh selama 11 minggu berturut-turut.

"Dalam skenario di mana ada kenaikan tarif langsung, katakanlah lebih dekat ke 20 persen daripada 10 persen bersama dengan ancaman yang lebih banyak akan datang, maka kami menduga level 7 CNY lebih mungkin terjadi daripada tidak," ungkap Rodrigo Catril, ahli strategi mata uang senior di National Australia Bank, mengacu pada level kritis untuk yuan. "Untuk saat ini kami condong ke arah skenario yang lebih rendah yang memungkinkan CNY untuk diperdagangkan pada sub 7."

CNBC melaporkan pekan ini bahwa para pemimpin top China siap membiarkan mata uangnya melemah untuk mendukung para eksportir di tengah meningkatnya sengketa perdagangan dengan AS, meskipun Beijing akan mencoba untuk menghindari depresiasi pasangan USD/CNY di luar level kunci 7.

Nilai tukar dolar AS/yuan "mungkin dibatasi di sekitar level saat ini tepat di atas 6,80, menjelang tinjauan setengah tahun Oktober atas praktik FX oleh Departemen Keuangan AS," ujar Koon How Heng, kepala strategi pasar di UOB. "Tetapi bias jangka menengah tetap menjadi kelemahan [yuan] selama tidak ada resolusi yang jelas tentang konflik perdagangan AS - China."

Sementara itu, pasangan AUD/USD turun 0,5% menjadi 0,7163. Dolar Aussie merosot 3% dalam sebulan terakhir, dan minggu ini turun menjadi 71,45 sen AS, level terendah sejak Mei 2016.

Di tempat lain, pasangan USD/JPY tergelincir dalam laporan bahwa Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa ia dapat mengarahkan situasi perang dagang ke Jepang selanjutnya.

Mengutip panggilan telepon dengan Trump, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS "menggambarkan hubungan baiknya dengan pimpinan Jepang tetapi kemudian menambahkan: 'Tentu saja itu akan berakhir segera setelah saya memberi tahu mereka berapa yang harus mereka bayarkan.'


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments