Investing

Sterling Berjuang Naik, PDB Inggris Disorot


Sterling Berjuang Naik, PDB Inggris Disorot

Investing.com - Pound sedikit terdongkrak lebih tinggi pada hari Selasa, meski ketidakpastian baru atas Brexit terjadi mengikuti pengunduran diri David Davis dan Boris Johnson dengan investor menunggu data pertumbuhan yang bisa menjaga Bank of England berada pada jalur untuk kenaikan suku bunga di bulan Agustus.

GBP/USD diperdagangkan pada 1,3274 pukul 14.53 WIB, setelah menyentuh level terendah 1,3224.

Sterling tetap di bawah tekanan setelah Boris Johnson mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri Inggris pada hari Senin, menjadi menteri ketiga yang keluar dari pemerintahan selama dua puluh empat jam, daripada mendukung rencana Brexit yang ringan dari Perdana Menteri Theresa May.

Pengunduran diri Johnson meningkatkan kemungkinan bahwa May dapat menghadapi mosi tidak percaya, yang dapat membuat masa depan pemerintahannya diragukan.

Tetapi pound menemukan dukungan di tengah laporan bahwa May dapat menghindari tantangan kepemimpinan, sehingga menjaga harapan hidup bahwa Brexit yang lebih lunak mungkin terus dapat bergerak maju.

Sterling juga terdongkrak lebih tinggi terhadap euro, di mana EUR/GBP kehilangan 0,21% hingga diperdagangkan pada 0,8843.

Investor sekarang mengamati data PDB bulanan, yang diperkirakan menunjukkan bahwa ekonomi terus pulih dari penurunan tajam pada awal tahun.

Data pertumbuhan yang solid akan meningkatkan kasus untuk kenaikan suku bunga oleh BoE pada pertemuan berikutnya di bulan Agustus.

Inggris juga akan merilis data perdagangan bersama dengan angka produksi industri dan manufaktur.

Dolar sedikit berubah, di mana indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, terakhir ada di 93,87.

Euro stabil, dengan EUR/USD ada di 1,1745 setelah naik ke level tertinggi tiga minggu di 1,1790 pada hari Senin.

Dolar merangkak lebih tinggi terhadap yen, dengan USD/JPY bertambah 0,23% menjadi 111,09.

Kekhawatiran tentang eskalasi perselisihan perdagangan AS-China mulai mereda, meskipun ada tarif perdagangan baru yang mulai berlaku pada hari Jumat.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments