Investing

Pekan Sentral Bank Dunia, Dolar Bergerak Tenang


Pekan Sentral Bank Dunia, Dolar Bergerak Tenang

Investing.com - Dolar stabil terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Senin dan investor mengambil posisi jelang sejumlah pertemuan penting bank sentral pada minggu ini yang dapat membantu menentukan arah pasar jangka pendek untuk mata uang.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan pada 94,49 pukul 14.04 WIB, hampir tidak berubah untuk hari itu, setelah merayap lebih rendah pada hari Jumat.

Greenback merosot tetapi bertahan di dekat level tertinggi satu minggu pada hari Jumat di mana data menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh pada tingkat laju tercepat dalam empat tahun pada kuartal kedua diimbangi oleh kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan akan bertindak sebagai hambatan pada pertumbuhan di paruh kedua tahun ini.

Data itu menggarisbawahi ekspektasi bagi Federal Reserve untuk melanjutkan kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi para ekonom khawatir bahwa lonjakan pertumbuhan kuartal kedua mungkin tidak berkelanjutan.

Pelaku pasar sekarang mengamati kesimpulan pertemuan kebijakan dua hari Fed pada hari Rabu, di mana mungkin akan menambah kenaikan suku bunga ketiga di tahun ini pada bulan September.

Bank of Japan akan bertemu pada hari Selasa, di tengah spekulasi bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan perubahan terhadap program pembelian aset besar-besaran.

Bank of England akan menyampaikan keputusan suku bunga pada hari Kamis dengan sebagian besar analis memperkirakan kenaikan suku bunga seperempat poin.

Dolar stabil terhadap euro dalam perdagangan yang terbatas, dengan EUR/USD berada di 1,1657.

Terhadap yen, dolar meningkat lebih tinggi, di mana USD/JPY bertambah 0,08% menjadi 111,12.

Pound sedikit berubah terhadap dolar dan euro, GBP/USD ada di 1,3107 dan EUR/GBP bertahan di 0,8890.

Dolar Australia tertekan melemah, dengan AUD/USD melandai 0,08% ke 0,7393, sementara dolar Selandia Baru naik tipis, NZD/USD terakhir di 0,6801.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments