Investing

Harapan Pembicaraan Dagang Dukung Yuan China


Harapan Pembicaraan Dagang Dukung Yuan China

Investing.com - Yuan Cina mendapat dukungan pada Kamis pagi di sesi Asia dari laporan bahwa Amerika Serikat mengusulkan pembicaraan perdagangan baru sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi ketegangan perdagangan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dilaporkan sedang bekerja untuk bertemu dengan pejabat ekonomi penting China Liu He setelah berbulan-bulan negosiasi menemui jalan buntu dan kurang dari seminggu setelah Presiden Donald Trump mengancam akan meningkatkan perang dagang yang sedang berlangsung dengan memperluas tarif hampir untuk semua ekspor China ke AS.

Dolar tergelincir 0,18% terhadap yuan China, dengan pasangan USD/CNY melemah 0,18% ke 6,8480 pada pukul 09.50 WIB. Pada hari Kamis, People`s Bank of China (PBoC) merilis kurs tengah yuan di 6,8488 dibandingkan dengan 6.8546 sehari sebelumnya.

Yuan telah melemah terhadap dolar AS sejak bulan April dan telah kehilangan lebih dari 9% sejak saat itu.

Indeks Dolar AS naik tipis 0,02% menjadi 94,82.

Yen Jepang kehilangan sedikit pijakan terhadap dolar Kamis ini dan diperdagangkan pada 111,35, turun 0,07 persen terhadap USD. Yen mengakhiri hari Rabu dengan menguat dan menutup kerugian dari hari Selasa.

Yen mendapat dukungan dari beberapa berita ekonomi yang relatif positif. Indeks Manufaktur BSI Jepang rebound dengan peningkatan 6,5, positif tetapi kurang dari perkiraan untuk angka 8,0. Data awal pekan ini menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh sebanyak 3% secara tahunan di kuartal kedua, laju tercepat dalam dua tahun. Pertumbuhan PDB sebesar 0,7% di kuartal kedua sesuai perkiraan.

Mata uang rupiah pagi ini tetap stabil dan dolar Australia kembali menghijau pada hari Kamis. AUD/USD bertambah 0,24% menjadi 0,7186. Aussie pulih dari posisi terendah yang belum terlihat sejak 2016 setelah berita AS perundingan yang berpotensi dilanjutkan kembali.

Investor sekarang menanti keputusan kebijakan oleh Bank of England dan Bank Sentral Eropa pada Kamis ini.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments