Investing

Dolar Arungi Pendakian Dibebani Kekhawatiran Dagang Baru


Dolar Arungi Pendakian Dibebani Kekhawatiran Dagang Baru

Investing.com - Dolar menguat lebih tinggi terhadap sejumlah mata uang pada hari Rabu, tetapi kenaikan dibatasi setelah Amerika Serikat mengatakan akan mengeluarkan tarif lanjutan bagi impor China senilai $200 miliar. Hal ini meningkatkan kemelut perdagangan antara Washington dan Beijing.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,11% menjadi 93,94 pada pukul 14.54 WIB.

Perwakilan perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan bahwa AS bertindak seperti itu karena China tidak mengindahkan peringatan sebelumnya untuk menghentikan praktik perdagangan yang tidak adil.

Berita tentang tarif tambahan itu mendorong kekhawatiran perang dagang kembali menjadi fokus hanya beberapa hari setelah AS memberlakukan tarif 25% bagi impor China senilai $34 miliar, dan Beijing membalasnya dengan jumlah tarif yang sama dari impor AS.

Tarif saling balas tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa dua ekonomi terbesar dunia itu dapat jatuh ke dalam perang dagang besar-besaran, yang ditakutkan oleh para investor dapat memukul pertumbuhan global.

Ketidakpastian atas masa depan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan kekhawatiran atas tarif yang diterapkan oleh pemerintah Trump terhadap mitra dagang Eropa juga menambah ketegangan para investor.

Dolar sedikit berubah terhadap yen, di mana USD/JPY terakhir ada di 111,06, bertahan di bawah level tertinggi tujuh minggu di 111,35 yang dicapai pada hari Selasa.

Mata uang yen Jepang sering dicari oleh investor sebagai safe haven pada saat ketegangan geopolitik dan gejolak pasar.

Euro tertekan lebih rendah, dengan EUR/USD melemah 0,1% ke 1,1733. Pound juga sedikit lebih rendah, dan GBP/USD terakhir berada di 1,3270.

Dolar Australia yang sensitif dengan sektor perdagangan juga merosot, AUD/USD kehilangan 0,55% hingga diperdagangkan pada 0,7419.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments