Investing

Dolar Naik, Yield Obligasi AS Meninggi oleh Tekanan Inflasi


Dolar Naik, Yield Obligasi AS Meninggi oleh Tekanan Inflasi

Investing.com - Dolar mendaki pada hari Jumat dan diperdagangkan mendekati puncak 10 hari setelah data harga konsumen AS pada hari Kamis menunjukkan peningkatan tekanan inflasi yang akan memungkinkan Fed menambah suku bunga sebanyak empat kali untuk tahun ini.

Indeks Dolar AS yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang naik 0,13% pada 94,69 pukul 12.00 WIB.

"Dolar mendapat keuntungan minggu ini dari kekhawatiran konflik perdagangan yang muncul sebelumnya, yang akhirnya mengarah pada permintaan aset safe-haven ke dalam mata uang," ujar Koji Fukaya, presiden FPG Securities di Tokyo.

"Di atas itu, ekonomi AS telah menunjukkan situasi yang baik-baik saja dan imbal hasil Treasury telah meningkat, serta faktor-faktor ini semua membantu dolar."

Pertikaian perdagangan antara AS dan China meningkat pada hari Rabu setelah Washington mengancam akan menjatuhkan tarif 10% atas impor China senilai $200 miliar.

Tarif saling balas itu telah memicu kekhawatiran bahwa dua ekonomi terbesar dunia tersebut dapat jatuh ke dalam perang dagang habis-habisan, dan yang ditakutkan oleh para investor dapat memukul pertumbuhan global.

Pasangan USD/JPY meningkat 0,12% menjadi 112,65. Dolar minggu ini telah menguat sekitar 2% terhadap yen Jepang, yang biasanya dibeli sebagai aset safe haven pada saat ketegangan politik dan gejolak pasar.

Sementara itu, pasangan AUD/USD naik tipis 0,07% ke $0,7413. setelah data pada hari Jumat menunjukkan ekspor berdenominasi dolar China naik lebih tinggi dari perkiraan 11,3% pada bulan Juni dari tahun sebelumnya.

Di tempat lain, pound tergelincir ke level terendah satu minggu saat Presiden AS Donald Trump memperingatkan Perdana Menteri Inggris Theresa May bahwa proposal Brexit yang lunak bisa memiliki "dampak negatif" bagi kesepakatan perdagangan dengan AS.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments