Investing

Dolar Menanjak Lagi, Pasar Siap Hadapi Perang Dagang Skala Penuh


Dolar Menanjak Lagi, Pasar Siap Hadapi Perang Dagang Skala Penuh

Investing.com - Dolar meningkat pada hari Kamis dan pelaku pasar bersiap menghadapi perang perdagangan China-Amerika Serikat yang berpotensi terjadi pada skala penuh.

Pada hari Jumat, AS dijadwalkan akan mengenakan tarif bagi $34 miliar barang-barang Tiongkok. Beijing telah mengatakan sebelumnya bahwa akan menjatuhkan tarif pada nilai yang sama pada ekspor AS termasuk ekspor pertanian dan otomotif.

Namun, Kementerian Keuangan China mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa China "tidak akan pernah melepas tembakan pertama", dan bahwa negara ini tidak akan menerapkan tarif sebelum AS, meskipun laporan terbaru menunjukkan bahwa Beijing akan mulai memberlakukan tarif sebelum AS karena perbedaan zona waktu.

Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,11% ke 94,29 pada hari Kamis pukul 11.30 WIB. Indeks ini merosot ke 94,397 pada hari Rabu, level terendah selama lebih dari seminggu.

Persepsi kekuatan relatif dari pertumbuhan ekonomi AS dan daya tarik imbal hasil obligasi yang lebih tinggi juga disebut sebagai faktor pendukung dolar.

Sementara itu, yuan juga tetap stabil pada hari Kamis. Pasangan USD/CNY naik tipis 0,08% pada 6,6378 setelah bank sentral China berusaha membendung kejatuhan mata uang yuan baru-baru ini.

Yi Gang, gubernur Bank Rakyat China (PBoC), mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa bank sentral tersebut akan memantau dengan ketat fluktuasi di pasar valas dan akan mengambil tindakan untuk menjaga yuan pada tingkat yang stabil dan wajar.

"Pihak berwenang China pada awalnya tampaknya menyetujui penurunan yuan untuk mendukung perekonomian menjelang kemungkinan dimulainya tarif AS," ungkap Minori Uchida, kepala strategi mata uang di MUFG Bank.

"Tapi kemudian ada ingatan arus keluar modal besar pada tahun 2016, yang menghapus seperempat dari cadangan devisa mereka. Jadi saya akan berpikir mereka merasa perlu membendung kejatuhan yuan. Mengingat itu, yuan mungkin tetap kuat untuk saat ini," katanya.

Pasangan USD/JPY diperdagangkan pada 110,35, mundur dari level tertinggi enam minggu di 111,14 yang terjadi pada hari Selasa.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments