Investing

Dolat Flat, Yuan Mendaki Terfokus Kemelut Brexit


Dolat Flat, Yuan Mendaki Terfokus Kemelut Brexit

Investing.com - Yuan China terus rebound dari posisi terendah multi bulan sementara dolar AS tetap flat dalam sesi perdagangan pagi di Asia, Selasa.

Indeks Dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, memperoleh sedikit pijakan dalam sesi perdagangan pagi di Asia, naik hanya 0,02% menjadi 93,82 pada pukul 11.30 WIB.

Dolar telah rebound semalam dari titik terendah selama lebih dari tiga minggu, didorong oleh pelemahan dari pound sterling Inggris. Gejolak politik di Inggris disebabkan oleh pengunduran diri Menteri Luar Negeri Boris Johnson yang membantu menopang greenback.

Sementara itu, People`s Bank of China (PBoC) mengumumkan tingkat referensi untuk yuan di 6,6259 pada Selasa pagi, lebih kuat dari 6,6393 yang ditetapkan pada hari Senin.

Pasangan USD/CNY turun 0,16% pada 6,6052 dan mata uang China terus menjauh dari level terendah 11 bulan di 6,7344 yang disentuh pada 3 Juli.

Cadangan devisa China secara tak terduga naik $1,51 miliar di bulan Juni menjadi $3,112 triliun, meskipun ekspektasi penurunan $10,6 miliar.

Setidaknya untuk hari ini, pasar tampaknya mengabaikan perselisihan perdagangan antara AS dan China, sebaliknya memilih untuk fokus pada data ekonomi dan gejolak di Inggris.

Di Jepang, pasangan USD/JPY bertambah 0,21% menjadi 111,06, dengan yen terus melemah terhadap greenback dan menyentuh titik terendahnya sejak 21 Mei.

Surplus transaksi berjalan Jepang menyusut menjadi JPY1,85 miliar, menurut data yang dirilis hari Senin, dengan mudah mengalahkan perkiraan JPY1,18 miliar.

Di tempat lain, pasangan AUD/USD juga naik 0,17% menjadi $0,7480, dan terus naik melewati level tertinggi sejak pertengahan Juni.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments