Investing

Dolar Berusaha Naik Dipicu Kekuatan Inflasi AS; Yuan Jatuh


Dolar Berusaha Naik Dipicu Kekuatan Inflasi AS; Yuan Jatuh

Investing.com - Dolar mendaki naik terhadap rekan lainnya dan diperdagangkan mendekati level tertinggi enam bulan terhadap yen pada hari Kamis dalam laporan inflasi yang mengalahkan ekspektasi dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat dan hal ini meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian terbesar di dunia itu.

Data ekonomi AS terbaru menegaskan kembali perkiraan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini.

Indeks Dolar AS, yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang, naik tipis 0,04% pada 94,76 pukul 11.11 WIB.

Sementara itu, pasangan USD/CNY meningkat 0,15% menjadi 6,6911 pada hari Kamis. Yuan China merosot sebanyak 1,1% dan menunjukkan kerugian terbesar sejak Januari 2016 di tengah meningkatnya kekhawatiran perdagangan antara AS dan China.

Perkembangan perdagangan terbaru juga mendorong pasar ekuitas China melakukan aksi jual terburuk sejak tiga tahun lalu.

Pada hari Rabu, pemerintahan Trump mengancam untuk membebani tarif senilai $200 miliar bagi barang-barang China. Tarif 10% itu tidak akan berlaku segera tetapi akan menjalani proses peninjauan dua bulan.

Sebagai respons, kementerian perdagangan China mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis sekitar tengah hari pada hari Rabu bahwa mereka "dikejutkan" oleh aksi terbaru perdagangan AS dan meminta komunitas internasional untuk bekerja sama melawan intimidasi perdagangan, dan juga menyebut tindakan itu "benar-benar tidak dapat diterima".

Ke depan, para pedagang akan mengawasi untuk melihat apa yang dilakukan oleh pembuat kebijakan China agar bisa mempertahankan mata uang China. Otoritas China membuat pernyataan pekan lalu untuk memastikan akan menjaga mata uang stabil.

Di tempat lain, pasangan USD/JPY diperdagangkan 0,22% lebih tinggi ke 112,24.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments