ForexSignal88

Dolar AS Tertekan Sejenak Pasca Brexit Awal Disetujui


Dolar AS Tertekan Sejenak Pasca Brexit Awal Disetujui

ForexSignal88.com l Jakarta, 06/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin sedikit melemah terkait dengan kemajuan perundingan Brexit kemarin sore.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1630, GBPUSD ditutup menguat di level 1,2906, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7194 dan USDJPY ditutup menguat di level 111,52.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1645, GBPUSD bergerak di level 1,2921, AUDUSD di level 0,7195 dan yen di level 111,28.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan kurang membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar melihat aksi melepas sejenak dolar AS yang muncul di saat Inggris mendapatkan persetujuan awal dalam masa transisi Brexit dengan Jerman sehingga pound dan euro telah berhasil menekan dolar AS yang sedang perkasa pasca krisis Argentina.

Argentina sedang mengalami krisis keuangan sehingga harus dibantu IMF, Afrika Selatan sedang krisis pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi, begitu juga India, Rusia dan Turki serta Indonesia, juga mengalami tekanan mata uangnya oleh greenback sehingga membuat pasar yakin bahwa memegang dolar AS memang lebih nyaman untuk saat ini.

Sebelumnya pemicu komentar Trump dan Powell telah membuat perubahan tren yang buruk bagi dolar AS di mana the Fed diharapkan memikirkan kenaikan suku bunganya. Namun faktor hasil data ekonomi AS yang membaik telah menjadi bukti bahwa memang data tidak bisa dikalahkan dengan verbal intervensi sehingga lambat laun dolar AS kembali menguat kembali.

Faktor tidak jadinya hasil perundingan NAFTA, sangat mendukung upaya greenback untuk menguat lagi di hari ini, mengingat upaya dunia dalam menghindari perang dagang telah gagal sehingga aksi safe haven dolar AS kembali marak jelang Australia merilis data pertumbuhannya.

Kondisi tensi perang dagang yang sedikit meningkat memang dan akan membuat aksi safe haven tetap muncul dan tampaknya tren ini sedang berlangsung sepanjang hari ini dengan harapan ini bisa terjaga dengan menguatnya dolar AS.

Ini terlihat dari upaya Trump untuk tidak mengendurkan tensinya untuk terus menekan China di mana $200 milyar produk China sudah dipersiapkan untuk mendapatkan tarif baru sehingga tensi perang dagang sudah siap-siap untuk memanas kembali. Kondisi ini memang akan menjadi sinyal bagi aksi safe haven dolar lebih besar mengingat ancaman inflasi yang naik.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments