ForexSignal88

Dolar AS Masih Tertekan Pasca Komentar Trump


Dolar AS Masih Tertekan Pasca Komentar Trump

ForexSignal88.com l Jakarta, 27/09/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah sejenak pasca naiknya suku bunga the Fed.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1743, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3163, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7255 dan USDJPY ditutup melemah di level 112,70.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1752, GBPUSD bergerak di level 1,3175 AUDUSD di level 0,7258 dan yen di level 112,81.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sedikit membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar kembali melanjutkan aksinya mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS yang muncul setelah Fed meeting yang memutuskan kenaikan suku bunga yang ketujuh pasca krisis 2008 sejak dimulai Desember 2015 sebesar 25 bps menjadi 2,25%.

Dan Powell juga menyatakan bahwa ekonomi AS masih butuh kenaikan suku bunganya sehingga lebih lanjut kenaikan masih akan ada kepastiannya. Kondisi ini membuat Presiden Trump langsung berkomentar bahwa dirinya kurang suka dengan kenaikan suku bunga the Fed, di mana Trump beranggapan bahwa situasi ini akan dimanfaatkan pihak luar AS dengan memanfaatkan defisit perdagangan yang makin melebar sehingga makin sewenang-wenang terhadap AS.

Sepertinya ini merupakan sedikit himbauan agar dolar tidak terlalu menguat lebih besar pasca kenaikan suku bunganya. Sebelumnya dolar AS gagal menjalankan fungsinya sebagai mata uang safe haven setelah Presiden Trump memberikan tarif baru kepada China dan berbalas dengan tarif juga dari China, sehingga bank sentral China dan beberapa bank sentral lainjya melakukan aksi menurunkan nilai mata uangnya demi mencegah dolar AS menguat. Aksi ini dilakukan guna mencegah turunnya kinerja ekonomi China dan negara lainnya.

Sebetulnya pasar ingin agar masalah tarif ini bisa diselesaikan di meja perundingan, namun sayang keputusan Trump sudah jatuh karena Beijing tidak mau tunduk dan bernegosiasi. Beijing sendiri juga sedang melakukan serangkaian usaha menekan AS juga, sehingga tensi perang dagang ini sedikit banyak membuat bingung pelaku pasar.

Faktor data pertumbuhan AS dan pernyataan lanjutan Powell nanti malam mungkin baru bisa menahan koreksi dolar yang terjadi pagi ini.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments