ForexSignal88

Dolar AS Masih Berupaya Positif


Dolar AS Masih Berupaya Positif

ForexSignal88.com l Jakarta, 03/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin mempertahankan sisi penguatannya pasca masalah perang dagang memanas.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanan kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1638, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3140, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7336 dan USDJPY ditutup menguat di level 110,89.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1640, GBPUSD bergerak di level 1,3136, AUDUSD di level 0,7339 dan yen di level 110,94.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan membaik kembali setelah Uni Eropa kembali memanas seiring ancaman perpecahan kabinet di Jerman. Sebelumnya pada Uni Eropa Summit tercapai sebuah kesepakatan imigrasi sehingga keutuhan politik di Jerman terjaga. Namun karena akan longgarnya masalah perbatasan ternyata terjadi perpecahan di negeri ekonomi terbesar di zona euro, sehingga membuat indeks dolar menguat kembali.

Masalah migran di Eropa menjadi topik bahasan utama dalam EU Summit karena wilayah tersebut kebanjiran pengungsi dari Asia dan Afrika sehingga menimbulkan masalah dana yang membuat beberapa kesulitan dan juga masalah keamanan. Selain itu, awal pekan lalu data pertumbuan AS melalui data ISM manufaktur memang mendukung akan naiknya suku bunga the Fed, sehingga laju penguatan indeks dolar selanjutnya kembali muncul. Seperti kita ketahui bahwa kondisi positif indeks dolar sebelumnya terjadi karena beberapa pejabat the Fed telah berhasil menyakinkan pasar bahwa ekonomi di AS masih butuh naiknya suku bunga agar tidak memanas.

Berkembang wacana bahwa the Fed bisa menaikkan suku bunganya 2 kali lagi di tahun ini dan 4 kali lagi di tahun depan. Kondisi ini tentu menjaga irama positif bagi indeks dolar yang sebelumnya juga menguat karena wacana perang dagang yang masih belum selesai.

Kondisi perang dagang yang terjadi antara AS dengan China dan Uni Eropa, di mana munculnya tarif baru bisa membuat harga barang di AS akan naik sehingga inflasi akan meninggi dan dibutuhkan kenaikan suku bunga the Fed, dan membuat indeks dolar terus menguat.

Presiden Trump menuntut keadilan dengan mengancam memberikan tarif baru bagi produk otomotif dan turunannya dari Uni Eropa dan mengecam WTO yang gagal memperbaiki sistem perdagangan yang merugikan AS. Situasi ini membuat panas, namun tensi perdagangan tersebut sangat menguntungkan indeks dolar.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments