ForexSignal88

Dolar AS Bergerak Menguat Pasca Deklarasi Powell


Dolar AS Bergerak Menguat Pasca Deklarasi Powell

ForexSignal88.com l Jakarta, 04/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat pasca Powell berucap semalam.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1476, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2935, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7102 dan USDJPY ditutup menguat di level 114,52.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1471, GBPUSD bergerak di level 1,2930 AUDUSD di level 0,7094 dan yen di level 114,39.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan berhasil membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar kembali melakukan aksinya untuk mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS yang muncul setelah Fed meeting yang memutuskan kenaikan suku bunga yang ketujuh pasca krisis 2008 sejak dimulai Desember 2015 sebesar 25 bps menjadi 2,25%.

Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa ekonomi AS masih butuh kenaikan suku bunganya sehingga lebih lanjut kenaikan masih akan ada kepastiannya. Ini merupakan sedikit himbauan agar dolar tidak terlalu menguat lebih besar pasca kenaikan suku bunganya. Dan Powell juga memberikan deklarasi kepada pasar setidaknya suku bunga Fed akan bergerak di atas 3% dalam waktu dekat. Ini semua karena kondisi ekonomi AS yang kuat.

Penguatan dolar juga berkat membaiknya data ekonomi AS serta rencana pemangkasan defisit anggaran Italia yang kemungkinan bisa membuat euro mengalami tekanan lebih besar. Yen sendiri mengalami pelemahannya semalam akibat aksi safe haven Italia tersebut.

Sebelumnya dolar AS gagal menjalankan fungsinya sebagai mata uang safe haven setelah Presiden Trump memberikan tarif baru kepada China dan berbalas dengan tarif juga dari China, sehingga bank sentral China dan beberapa bank sentral lainjya melakukan aksi menurunkan nilai mata uangnya demi mencegah dolar AS menguat. Aksi ini dilakukan guna mencegah turunnya kinerja ekonomi China dan negara lainnya.

Sebetulnya pasar ingin bank sentral lain ikut melakukan usahanya menaikkan suku bunganya. Harapannya permasalahan penguatan dolar juga akan segera berakhir agar Trump tidak mengeluarkan komentar kembali. Namun sayang libur panjangnya pasar keuangan China seakan memberi ruang kepada dolar untuk leluasa menguat suatu saat.

Faktor Kanada yang mencapai kesepakatan dagang dengan AS tentu membuat posisi tawar dolar AS makin kuat sehingga potensi penguatan dolar juga memang masih ada kelanjutannya.

Dolar sendiri berusaha bertahan menguat jelang rilis data tenaga kerja AS yang akan keluar akhir pekan ini.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters


Sumber berita forexsignal88.com

Share Social Media


Comments