Investing

Pound Capai Tertinggi Harian setelah Data Inggris


Pound Capai Tertinggi Harian setelah Data Inggris

Investing.com - Pound naik ke level tertinggi harian pada hari Selasa, dan melompat setengah persen terhadap dolar setelah data menunjukkan bahwa sektor jasa Inggris yang dominan tumbuh pada laju yang lebih cepat dari yang diharapkan pada bulan Mei.

GBP/USD bertambah 0,48% ke 1,3375 pada pukul 16.15 WIB, dari sekitar 1,3332 sebelumnya.

Sterling didorong oleh data yang menunjukkan bahwa ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari pelambatan yang baru-baru ini terjadi dipicu oleh cuaca buruk, sehingga menghidupkan kembali harapan bahwa Bank of England mungkin menaikkan suku bunga pada bulan Agustus.

Perusahaan riset Markit mengatakan, indeks jasa manajer pembelian naik ke 54,0 pada bulan Mei dari 52,8 di bulan April. Para ekonom memperkirakan pembacaan 52,9 dalam skala di mana segala sesuatu di atas 50 mengindikasikan ekspansi.

Peningkatan dalam aktivitas sektor jasa menambah bukti bahwa ekonomi berada dalam jalur untuk rebound pada kuartal kedua, tetapi perusahaan mencatat bahwa ketidakpastian terkait Brexit tetap menjadi faktor kunci yang menahan pengambilan keputusan di antara klien.

Ketenagakerjaan di sektor ini meningkat pada laju yang paling lambat kedua sejak Maret 2017, beber laporan itu.

Pound juga merangkak lebih tinggi terhadap euro, dengan EUR/GBP kehilangan 0,42% hingga diperdagangkan pada 0,8747, turun dari sekitar 0,8781 sebelumnya.

Di zona euro, data pada hari Selasa menunjukkan bahwa aktivitas bisnis melambat lagi di bulan Mei. Pembacaan akhir dari PMI komposit zona euro jatuh ke level terendah 18 bulan di 54,1 dari bulan April di 55.1.

Perlambatan pertumbuhan di kawasan itu terjadi sejak awal tahun ini bersamaan dengan lonjakan ketidakpastian politik yang telah mengurangi prospek ekonomi kawasan euro.

Euro stabil terhadap dolar, dengan EUR/USD terakhir di 1,1694.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun tipis ke 93,96.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments