Investing

Ketidakpastian Italia Bawa Dolar AS Menguat


Ketidakpastian Italia Bawa Dolar AS Menguat

 

Warta Ekonomi.co.id, New York - Indeks dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan, Rabu (30/5/2018) pagi WIB, karena para investor mempertimbangkan situasi politik Italia di tengah data ekonomi.

Dengan langkah tegas untuk mengakhiri sementara kebuntuan sepanjang 85 hari, Presiden Italia Sergio Mattarella pada Senin (29/5) memilih ekonom Carlo Cottarelli sebagai perdana menteri baru Italia yang ditunjuk.

Cottarelli diminta membentuk kabinet teknis yang dapat memimpin negara untuk melaksanakan pemilu - baik di akhir 2018 atau di awal 2019 - setelah upaya Gerakan Bintang Lima (M5S) dan Liga sayap kanan untuk membentuk pemerintah gagal pada Minggu (28/5).

Dolar AS naik ke level tertinggi 10 bulan terhadap euro pada Selasa (29/5) setelah aksi jual di pasar utang Italia mendorong para investor untuk melepas mata uang tunggal.

Di sisi ekonomi, Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board meningkat pada Mei, menyusul penurunan moderat pada April setelah direvisi turun. Indeks sekarang berdiri di 128,0, naik dari 125,6 pada April.

Indeks mengukur sentimen AS terhadap kondisi ekonomi saat ini dan harapan untuk enam bulan ke depan. Belanja konsumen menyumbang sekitar 70% dari kegiatan ekonomi AS, menarik perhatian para ekonom terhadap angka-angka tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,46 persen menjadi 94,848 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1533 dolar AS dari 1,1628 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3247 dolar AS dari 1,3314 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7502 dolar AS dari 0,7544 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,22 yen Jepang, lebih rendah dari 109,39 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS merosot ke 0,9883 franc Swiss dari 0,9936 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3021 dolar Kanada dari 1,3002 dolar Kanada.

Penulis: ***
Editor: Vicky Fadil
Foto: Sigid Kurniawan


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments