Investing

Ketidakpasitan Prospek Perdagangan, Dolar Masih Ditekan Koreksi


Ketidakpasitan Prospek Perdagangan, Dolar Masih Ditekan Koreksi

Investing.com - Dolar membuka minggu ini tertekan menurun dalam sesi perdagangan Senin pagi di Asia, tetapi mempertahankan sebagian besar kekuatannya bahkan kepercayaan ekonomi AS telah didorong oleh laporan pekerjaan yang kuat dan kemungkinan kenaikan suku bunga lain oleh Federal Reserve AS.

Di China, People's Bank of China (PBoC) mengumumkan kurs tengah yuan terhadap dolar, titik tengah di mana mata uang ini diperdagangkan, pada 6,4208 vs 6,4078 hari sebelumnya. Pasangan USD/CNY bertambah 0,02% hingga diperdagangkan pada 6,4214.

Investor terus mengawasi dengan seksama perang dagang yang bergolak antara AS dan China. Pembicaraan antara AS dan China berakhir pada hari Minggu tanpa pengumuman kesepakatan dan China mengancam untuk membatalkan komitmen sebelumnya.

Perang dagang dapat mendorong Tiongkok untuk secara perlahan-lahan mendevaluasi mata uangnya.

Dalam pernyataan yang tersebar luas, China mengatakan bahwa "jika AS memperkenalkan sanksi perdagangan termasuk menaikkan tarif, semua pencapaian ekonomi dan perdagangan yang dinegosiasikan oleh kedua pihak akan batal."

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, melemah 0,15% ke 94,02 pada pukul 09.46 WIB. Indeks dolar naik ke level tertinggi tahun ini di 94,93 pada hari Rabu pekan lalu tapi kehilangan sedikit tenaga dan melayang di dekat level 94.

Jumat malam lalu, AS merilis data pekerjaan. Upah ketenagakerjaan nonpertanian meningkat sebesar 223.000 pada bulan Mei, sedangkan rata-rata penghasilan per jam juga naik 0,3% dibandingkan dengan Mei tahun lalu. Tingkat pengangguran turun dari 3,9% menjadi 3,8%. Data yang kuat itu mendukung gagasan bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga pada bulan ini.

Dolar Australia diperdagangkan lebih tinggi setelah negara ini melaporkan data ekonomi yang optimis sehingga mengirim Aussie melaju lebih tinggi bahkan ketika investor terus mencari sinyal dari hubungan perdagangan AS-China.

Pasangan AUD/USD naik 0,42% hingga diperdagangkan pada 0,7600, menembus level 0,7550. Pada hari Senin, Penjualan Ritel Australia datang pada 0.4%, mengalahkan perkiraan 0.2%. Laba Operasional Kotor Perusahaan untuk kuartal pertama juga mengalami kenaikan, mencetak 5,9% dibandingkan perkiraan 3,0% dan sebelumnya 2,2%.

Di Jepang, pasangan USD/JPY naik 0,06% menjadi 109,60. Data AS yang optimis itu turut mendukung dolar kokoh terhadap yen.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments