Investing

Dolar Tergelincir, Aussie Jatuh oleh Surplus Dagang Lemah


Dolar Tergelincir, Aussie Jatuh oleh Surplus Dagang Lemah

Investing.com – Dolar tergelincir dalam sesi perdagangan pagi di Asia, Kamis, bertahan dalam jalur bearish dari hari sebelumnya. Aussie juga melemah terhadap dolar AS setelah Australia melaporkan surplus perdagangan bulan April yang lebih lemah dari perkiraan.

Indeks dolar AS kehilangan 0,12% menjadi 93,50 pukul 10.50 WIB. Indeks dolar dirancang untuk melacak greenback terhadap enam mata uang utama.

Membebani dolar adalah kemungkinan berlarut-larutnya perang dagang penuh dengan Amerika Serikat sebagai pusatnya. Meksiko mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka mengenakan tarif $3 miliar bagi impor AS sebagai respons terhadap tarif pemicu baja dan aluminium pada Kamis lalu.

Pasar sekarang memantau Grup Tujuh (G7) pada 8 dan 9 Juni mendatang di Quebec, Kanada. Presiden AS Donald Trump berencana untuk bertemu rekan dari Kanada dan Prancis di KTT untuk membahas masalah perdagangan.

Sementara itu, surplus perdagangan Australia menyusut lebih dari yang diperkirakan pada bulan April menjadi AUD977 juta dari surplus bulan Maret sebesar AUD1,73 miliar, data resmi menunjukkan pada hari Kamis. Berita itu membuat Aussie mundur, di mana pasangan AUD/USD berkurang 0,25% ke 0,7650.

Di tempat lain di Asia, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis dan Jumat di Gedung Putih untuk membahas pertemuan puncak AS dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada pekan depan.

Di Jepang, yen menguat terhadap dolar. Pasangan USD/JPY kehilangan 0,15% menyentuh 110,01.

Di China, pasangan USD/CNY naik tipis 0,06% untuk diperdagangkan di 6,3923. The People's Bank of China (PBoC) mengumumkan kurs tengah yuan vs dolar, titik tengah di mana mata uang ini diperdagangkan, pada 6,3919 dibandingkan dengan 6,4040 hari sebelumnya.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments