Investing

Dolar Rawan Koreksi, Jepang & Australia Ungkap Data Ringan


Dolar Rawan Koreksi, Jepang & Australia Ungkap Data Ringan

Investing.com - Dolar melepas kenaikan sebelumnya terhadap mata uang utama di sesi perdagangan pagi Asia pada hari Kamis karena minat risiko yang terus membaik setelah turbulensi politik di Italia tampak kembali tenang.

Sebuah kebuntuan politik di Italia telah menakuti pasar yang khawatir tentang masa depan zona euro. Namun keputusan oleh dua partai terbesar anti-unifikasi negara tersebut untuk memperbarui upaya agar bisa membentuk koalisi terlihat telah mencegah perlunya pemilihan umum baru.

Indeks dolar AS melemah dari level tertinggi baru di 94,93 dan berada di jalur untuk diperdagangkan di bawah level 94. Indeks yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama turun tipis 0,08% ke 94,00 pada pukul 10.30 WIB. Kemerosotan tersebut siap untuk berlanjut.

Di Jepang, pasangan USD/JPY kehilangan 0,17% menjadi 108,73, merayap turun ke level terendah lima minggu yang dicapai pada hari Selasa pada 108,115.

Jepang merilis angka produksi industri, yang naik 0,3% pada bulan April dari bulan sebelumnya, jauh lebih rendah dari peningkatan 1,4% yang diharapkan. Angka tahun-ke-tahun bertambah 2,5%, juga lebih rendah dari kenaikan 3,6% yang diharapkan. Data yang lebih buruk dari perkiraan itu menghambat sentimen risiko dan, ironisnya, malah mendukung safe haven yen.

Di China, People's Bank of China (PBoC) mengumumkan tingkat paritas yuan terhadap dolar, titik tengah di mana mata uang ini diperdagangkan, pada 6,4144 dibandingkan hari sebelumnya 6,4207. Pasangan USD/CNY menguat 0,10% hingga diperdagangkan pada 6,4255.

China merilis data manufaktur dan layanan Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang lebih kuat dari perkiraan untuk bulan Mei. PMI manufaktur resmi ini dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) yang datang dengan angka 51,9 versus perkiraan 51,3. Layanan PMI naik menjadi 54.9 di bulan Mei dari 54.8 di bulan April. Namun, PMI Industri Baja China turun menjadi 50,6 dari 51,7.

Pasangan AUD/USD merosot 0,25% hingga diperdagangkan pada 0,7557. Sebagai mitra dagang terbesar Australia, kinerja ekonomi China biasanya berfungsi sebagai pengarah tren langsung bagi Aussie yang terkait dengan sentimen. Namun, Aussie melemah terhadap greenback meskipun data China yang bullish pada Kamis pagi ini.

Sementara itu, Australia juga melaporkan data Capex yang lebih buruk dari perkiraan. Belanja modal swasta hanya naik 0,4% pada kuartal pertama versus 1,0% yang diperkirakan dan 0,2% dari kuartal keempat tahun lalu.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments