Investing

Dolar Melaju Turun, Pertemuan AS-Korut Bakal Terwujud


Dolar Melaju Turun, Pertemuan AS-Korut Bakal Terwujud

Investing.com – Dolar dibuka minggu ini dengan tergelincir turun terhadap mata uang Asia lainnya, menyerahkan kenaikan dari minggu lalu.

Setelah naik ke level tertinggi tahun ini pada 94,21 hari Jumat, indeks dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama, jatuh selama sesi perdagangan Senin pagi di Asia dan pasar mengamati perkembangan atas perundingan AS-Korut. Ketika AS menarik diri dari KTT itu, kemudian dikatakan sebaliknya, perkembangan tersebut mendorong permintaan bagi yen Jepang, umumnya dilihat sebagai mata uang safe haven.

Indeks dolar AS berada di 93,87, turun 0,36%, pada pukul 10.42 WIB.

Geopolitik terus menjadi penentu tren arah bagi dolar dan yen. Presiden AS Donald Trump tiba-tiba membatalkan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jung Un pekan lalu, tetapi muncul untuk mengkonfirmasi KTTnya dengan Kim sekarang kembali pada jalur. Pyongyang dan Washington dilaporkan mendesak rencana untuk pertemuan itu.

Setelah reaksi awal terhadap perubahan dalam kekhawatiran geopolitik, pedagang dolar juga mengamati data ekonomi yang keluar pada minggu ini di AS, yang termasuk angka pertumbuhan PDB pada hari Rabu dan laporan Upah Nonpertanian (NFP) pada hari Jumat.

Pasangan USD/JPY meningkat tipis 0,02% menjadi 109,40. Sementara pasangan ini telah sedikit naik pada akhir pagi, penghindaran risiko (risk aversion) meningkatkan permintaan bagi yen secara keseluruhan. Investor membeli yen untuk menghindari risiko bisa menjual mata uangnya jika ketegangan antara AS dan Korea Utara mereda.

Di Australia, pasangan AUD/USD bertambah 0,32% di 0,7571.

Di China, People's Bank of China (PBoC) mengumumkan kurs tengah yuan terhadap dolar pada 6,3962 dibandingkan dengan 6,3867 hari sebelumnya. Pasangan USD/CNY berdiri datar untuk diperdagangkan di 6.3891.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments