Investing

Dolar & Yen Reli dalam Situasi Penghindaran Risiko


Dolar & Yen Reli dalam Situasi Penghindaran Risiko

Investing.com – Dolar mempertahankan momentumnya, dan melanjutkan reli terhadap mata uang utama dalam sesi perdagangan pagi di Asia hari Rabu bahkan meski yen Jepang dan won Korea juga menguat.

Indeks dolar AS naik ke level tertinggi baru 94,93 semalam. Indeks yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama bertambah 0,08% menjadi 94,91 pada pukul 10.19 WIB. Dolar bersiap untuk melanjutkan pendakian.

Sementara itu, gejolak politik di Italia mengirim investor beralih ke dalam aset Treasury AS dan yen Jepang.

10 Tahun AS meningkat 2,82%, sehingga mendorong permintaan bagi dolar.

Ketegangan geopolitik di Asia Timur juga turut mereda setelah Gedung Putih mengkonfirmasi KTT AS-Korea Utara, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar. Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan pada hari Selasa bahwa AS siap untuk melaksanakan pertemuan yang direncanakan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Won Korea diperdagangkan lebih tinggi terhadap dolar. Pasangan USD/KRW merosot 0,33% menjadi 1.081,81 pada Rabu pagi.

Seperti won, yen Jepang juga menguat terhadap dolar, di mana pasangan USD/JPY meluncur 0,07% ke 108,68.

Kemelut politik di Italia juga mendukung yen, dan menekan turun euro yang jatuh ke level terendah 10 bulan, sehingga membuat investor untuk berpindah ke aset safe haven.

Yen juga didukung oleh data penjualan ritel bulanan Jepang, yang mengalahkan ekspektasi dengan membukukan pertumbuhan 1,6% untuk bulan April versus estimasi 0,9% dan 1,0% yang tercatat pada bulan Maret. Data tersebut mengukur perubahan nilai total penjualan yang disesuaikan dengan inflasi di tingkat ritel dan merupakan indikator teratas belanja konsumen. Data ini menyumbang mayoritas aktivitas ekonomi secara keseluruhan di Jepang.

Namun, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kuroda mengatakan bank sentral harus mulai menyelidiki mengapa inflasi Jepang masih lamban dan pertumbuhan upah tertinggal meskipun kebijakan moneter ultra-longgar telah diterapkan.

Di Australia, pasangan AUD/USD kehilangan 0,15% di 0,7494. Aussie terseret turun oleh data persetujuan bangunan yang lebih lemah dari perkiraan yang datang pada angka -5,0% daripada perkiraan -2,9%. Data persetujuan itu mengukur perubahan jumlah persetujuan bangunan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dan berfungsi sebagai indikator utama permintaan pasar perumahan.

Di China, People's Bank of China (PBoC) mengungkap kurs tengah yuan terhadap dolar pada 6,4207 dibandingkan dengan 6,4021 hari sebelumnya. Pasangan USD/CNY naik 0,10% hingga diperdagangkan pada 6,4255.


Sumber Berita investing.com

Share Social Media


Comments